Puasa Putih atau Puasa Mutih, Adakah Dalilnya?

Puasa Putih dan Puasa Mutih

Puasa putih jika kita melakukan pencarian maka kemungkinan anda akan di bawa merujuk kepada maksud puasa mutih. Sementara menurut ulasannya puasa mutih adalah puasa 3 hari dengan hanya menggunakan nasi putih dan air putih.

Dan sepertinya karena itulah saya masih sering menemukan kesalahan persepsi di sejumlah kalangan, khususnya para orang tua di pedasaan yang jarang tersentuh pengajian-pengajian agama.

Sebagian orang ada yang menganggap bahwa puasa putih atau shaum ayyamul bidh itu adalah puasa mutih. Entah sejak kapan persepsi ini menjadi salah persepsi, dengan mengatakan bahwa puasa putih adalah puasa yang hanya boleh menggunakan nasi putih dan air putih.

Apa yang dimaksud dengan puasa putih atau shaum ayyamul bidh?

Puasa putih atau shaum ayyamul bidh adalah puasa 3 hari di bulan hijriyah (Qamariyah) pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah.

Apa yang dimaksud dengan puasa mutih?

Puasa mutih adalah puasa 3 hari yang hanya boleh mengkonsumsi nasi putih dan air putih. Biasanya ini terkait kepercayaan lokal, seperti aliran kejawen, dll.

Saya sendiri masih kurang tau argumentasi dari puasa mutih, namun jika yang dimaksud adalah puasa putih atau shaum ayyamul bidh, maka jelas ini salah persepsi.

Dalil Puasa Putih.

Puasa ayyamul bidh sendiri memang memiliki dasar yang kuat berdasarkan sejumlah hadits yang disampaikan oleh baginda rasulullah SAW. Di antaranya dari Ibnu Milhan Al Qoisiy:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud dan An-Nasai. Mungkin kira-kiranya artinya adalah ” Bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari putih, yakni tanggal 13, dan 14, dan 15, dan berkata puasa pada waktu itu sama dengan puasa setahun.

Disebut dengan puasa hari putih karena bulan sedang purnama atau sedang terang-terangnya. Puasa ini memiliki dalil yang sangat kuat, ada banyak hadits yang menyebutkan nya. Sehingga dalil argumentasi tentang puasa putih ini tidak terbantahkan.

Berpuasa 3 Hari Setiap Bulan.

Berpuasa 3 hari setiap bulan selain puasa senin dan kamis adalah anjuran Rasulullah صلى الله عليه وسلم , sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-imam Bukhari.

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Dari Abu Hurairah R.A berkata: “Kekasihku (yaitu Rasulullah صلى الله عليه وسلم) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178).

Berbedaan Mencolok Antara Puasa Putih dan Puasa Mutih.

Antara puasa ayyamul bidh atau putih dengan puasa mutih jelas sekali berbeda. Karena puasa putih memiliki argumentasi yang jelas, sementara puasa mutih bersumber dari kepercayaan lokal.

Jika puasa ayyamul bidh atau putih adalah puasa seperti umumnya dalam syariat Islam, hanya saja waktunya yang 3 hari di setiap bulan Hijriyah. Sementara puasa mutih adalah puasa dari memakan selain nasi putih dan air selama 3 hari. Memang sama-sama 3 hari, tapi dalam pelaksanaan nya sangat berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *