Pengertian Taqwa, Berjalan Antara Khauf dan Raja’

Pengertian Takwa

Taqwa atau juga ada yang menulisnya dengan tulisan Takwa adalah istilah yang merujuk pada istilah yang digunakan dalam ajaran agama Islam. Ada banyak ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menunjukkan bagaimana dengan orang yang bertakwa tersebut.

Banyak kalangan yang mendefinisikan takwa dalam makna mengerjakan perintah tuhan dan menjauhi larangan-larangan nya. Semakin giat kita mengerjakan suruhan atau perintah agama dan menjauhi larangan agama maka ketakwaan kita akan semakin meningkat.

Sebagaimana ayat Al-Qur’an menjelaskan dalam hal perintah puasa dan sholat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

وَأَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

dan agar mendirikan sembahyang serta bertakwa kepada-Nya”. Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.

تقوى juga di tulis dalam penulisan bahasa Indonesia bisa menggunakan tulisan Takwa. Dan terkadang menimbulkan sebuah pertanyaan sederhana.

Apa yang dimaksud dengan takwa itu?

Pengertian Takwa adalah

Takwa adalah kondisi dimana seseorang beriman kepada Allah dan Rasul nya, kemudian berusaha bersungguh-sungguh menjalankan ajaran atau perintah dan meninggalkan semua larangan nya.

Takwa adalah suatu martabat yang sangat tinggi disematkan kepada mereka yang taat kepada perintah dan larangan Allah. Hanya Allah yang berhak memutuskan apakah seseorang sudah bertakwa kepadanya atau belum, namun Allah SWT menunjukkan bagaimana caranya agar sampai pada derajat takwa tersebut.

Beribadah Agar Menjadi Orang yang Bertakwa.

Takwa adalah perintah, ada banyak ayat Al-Qur’an yang memerintah agar kita menjadi orang bertakwa. Karena itu melakukan suatu perkara ibadah dan amalan agar kita bisa menjadi orang takwa sudah keharusan, namun bukan berarti kita harus merasa paling takwa dihadapan Allah SWT dibandingkan dengan yang lainnya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا تَنَٰجَيْتُمْ فَلَا تَتَنَٰجَوْا۟ بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَمَعْصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَتَنَٰجَوْا۟ بِٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan. QS. Al-Hashr

Takwa dan Taat.

Dalam sebuah firman nya mungkin kita sering menemukan perintah takwa dan taat secara bersamaan, seperti:

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Kita mungkin banyak menemukan ayat-ayat yang memerintahkan untuk takwa dan taat, karena keduanya memang berbeda walau ada kemiripan.

Taat adalah bentuk kepatuhan kepada tuhan sebagai seorang hamba kepada tuan nya. Tidak ada alasan lain kecuali karena dia menyadari bahwa dia adalah hamba yang wajib patuh kepada tuhan nya. Menjauhi larangan tuhan dan melaksanakan semua suruhan nya.

Sementara takwa adalah kepatuhan melaksanakan perintahnya karena ada harapan kepada Allah SWT berupa keridhoannya atau ganjaran pahala dan surga. Dan menjauhi larangan nya karena takut akan siksa dan murkanya.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (96) أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (97) أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (98) أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Pada surah Al-a’raf 96-99, ayat tersebut Allah SWT menceritakan perihal tipisnya iman dan takwa orang-orang kota yang disana di utus nabi dan rasul. Di lanjutkan dengan perandaian jika mereka beriman bertakwa.

Jikalau penduduk kota-kota beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya {Al-A’raf: 96}.

Perhatikan Allah SWT menunjukkan korelasi antara takwa dan janji Allah akan limpahan keberkahan dan ancaman akan siksanya.

{وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا}

Jikalau penduduk kota-kota beriman dan bertakwa. (Al-A’raf: 96). Seandainya penduduk kota tersebut beriman dan bertakwa yakni mau mengikuti ajaran yang disampaikan oleh rasul yang di utus kepada mereka. Melaksanakan perintah tuhan dan menjauhi larangan nya.

{لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ}

{Niscaya Allah akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi.}

Dalam kata arti jika kita menginginkan keberkahan dari Allah (Roja’) maka bertakwalah. Karena Allah berjanji pasti akan melimpahkan keberkahan tersebut.

{وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}

{Tetapi mereka mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.}

Kemudian Allah SWT melanjutkan nya dengan peringatan nya dalam ayat 97-99. Inilah makna takwa menurut kami, yakni mengerjakan semua perintah Allah SWT karena mengharapkan kepadanya ridho, pahala, dll. Dan Meninggalkan semua larangan nya karena kita takut akan dahsyatnya siksaan dan murkanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *