Ilmu Laduni: Bukan Ilmu yang Bisa Dikaji

Ilmu Laduni

Ilmu Laduni mungkin sudah sering anda dengar istilahnya. Konon katanya ada orang yang bisa mengajarkannya, atau ada orang yang berusaha mendapatkannya dengan mengamalkan satu amalan tertentu. Tapi sebenarnya apa sih Ilmu laduni itu?

Ilmu Laduni menurut Wikipedia sendiri adalah ilmu yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Para malaikat-Nya pun berkata: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.”

Untuk memahami definisi suatu masalah maka sebenarnya tidak cukup hanya dengan membaca definisi kemudian berusaha memaknainya. Setidaknya kita harus mencari tahu titik permasalahannya, dari kata asal bahasa hingga maksud yang di tuju.

Ilmu Laduni Secara Definisi.

Ilmu Laduni sebenarnya hanyalah istilah sehingga sulit kita menemukan pendefinisian yang sebenarnya, karena terkadang setiap orang bisa dengan bebas mendefinisikan sesuai dengan pemahaman nya.

Adapun definisi Ilmu Laduni yang mungkin sering kita dengar dan kita baca pemaparan nya adalah sebuah pengetahuan yang datang dari Allah SWT secara langsung tanpa perantara apapun.

Sebenarnya pendefinisian tersebut tidaklah 100% salah, namun juga tidak 100% benar. Karena untuk mendefinisikan Ilmu Laduni rasanya tidak cukup untuk menjabarkan nya hanya dengan se-singkat itu.

Ilmu Laduni didasarkan pada firman Allah SWT yang berbunyi:

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا

Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (Alkahfi:65)

Jadi Ilmu Laduni itu benar adanya, hanya saja tidak cukup kita memahami hanya dengan menggunakan sepotong ayat lalu kemudian memaknainya begitu saja.

Ilmu Laduni Diberikan Kepada Orang yang Bertaqwa.

Coba anda baca surah Albaqarah ayat 282, pada bagian akhir. Maka mungkin kita akan menemukan penggalan ayat yang berbunyi kurang lebih:

وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱللَّهُ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ


Dan bertakwalah kepada Allah; dan Allah akan mengajari mu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Pada ayat tersebut kita diperintah untuk bertaqwa kepada Allah dalam artinya melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Kemudian dilanjutkan dengan Waw athaf yang mununjukan bahwa mereka saling berkaitan antar keduanya. Di lanjutkan dengan kalimat yu’allimu(fi’il Mudhori) dengan makna sedang atau akan.

Itu menunjukan antara perintah taqwa dan pengajaran dari Allah saling berkaitan. Ini adalah penjelasan tentang ayat Ilmu Laduni sebelumnya.

Pada pembahasan sebelumnya kita memahami bahwa ilmu yang langsung dari Allah disebut Ilmu Laduni, sementara pada ayat Albaqarah:282 Allah justru menjelaskan perintah bertaqwa dan Allah akan mengajari kamu. Ini menunjukkan Ilmu Laduni bukanlah ilmu yang didapat dengan begitu saja atau bisa kita dapatkan dengan usaha, melainkan sebuah pengetahuan yang Allah SWT berikan jika kita bertaqwa kepadanya.

Bagaimana bentuknya? hanya mereka yang Allah SWT berikan pengetahuan tersebut sajalah yang benar-benar mengetahui makna dan maksud Ilmu Laduni. Sebagian orang menyebutkan bahwa Ilmu Laduni sama dengan Ilmu Makrifah, wallahu a’lam.

Kesimpulan Tentang Ilmu Laduni.

Ringkasnya Ilmu Laduni bukanlah sebuah pengetahuan yang bisa kita tuntut, namun itu semata-mata haq Allah SWT. Itu menjadi hak Allah SWT dan diberikan kepada siapa saja yang dikehendakinya.

Hanya saja Allah SWT sudah menjelaskan bahwa dia akan memberikan nya kepada orang yang bertaqwa. Yakni orang yang melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangan nya karena semata-mata ikhlas mengharapkan ridhonya, bukan orang yang beribadah karena berharap dibukakan Ilmu Laduni.

Sehingga sangat lucu jika misalkan ada yang mengklaim bisa mengajarkan Ilmu Laduni, apalagi dengan mahar. Apakah kita menganggap bahwa kita bisa membeli status taqwa?

Ilmu Laduni: adalah sebuah pengetahuan yang diberikan oleh Allah SWT secara langsung tanpa melalui perantara kepada hamba-hamba yang di kehendaki nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *