Kenapa Surga Suami Ada Pada Ibunya, Bukan Istrinya?

Kenapa Surga Suami Ada Pada Ibunya

Saya cukup sering menemukan berbagai tulisan dengan seedikit nada cemburu dari seorang istri kepada ibu mertuanya. Entah itu dalam bentuk tulisan pendek, artikel, hingga status di media sosial. Sebagian di tulis dalam bentuk kiasan, namun ada juga ungkapan secara langsung. Bahkan saya pernah menjumpai sebuah meme yang bertuliskan “Istri lebih mengenal suaminya luar dalam dari ibu”. sebuah meme yang dengan terang-terangan mengungkapkan kecemburuan seorang istri kepada ibu mertuanya.

Sekilas nampak beralasan, jika dilihat tanpa dasar keilmuan dalam agama dan nalar yang dipendekan. Bagaimana mungkin surga seorang istri ada pada suaminya, namun surga suaminya tetap pada ibunya. Kenapa tidak berbanding lurus. Surga suami ada pada ibu nya maka surga istri juga ada pada ibunya, atau surga istri ada pada suaminya dan surga suami ada pada istrinya. Bukan kah terdengar lebih adil?

Pada kesempatan ini saya tidak melihat berdasarkan sudut pandang agama karena agama pasti punya hikmah dibalik semua aturan nya, terlihat jika aturan berdasarkan perintah tuhan. Saya hanya ingin mengajak siapa saja menggunakan nalarnya, dan kemudian mengambil kesimpulan.

Pertama kita posisikan dulu pada kondisi normal yang berlaku sejak jaman dulu, dimana seorang laki-laki menjadi tulang punggung keluarga dan seorang wanita menjadi mercusuar dalam keluarga. Keduanya memiliki peran penting dalam sebuah keluarga, si suami menjadi tulang punggung dan pengayom bagi keluarga (anak & istri) sementara istri sebagai pemegang amanah dalam keluarga, mercusuarnya kebahagian anak-anak dan suaminya.

Mudah di pahami ya ilustrasi yang saya gambarkan. Saat anda (wanita/istri) cemburu kepada ibu mertua anda karena surga suami anda tetap berada padanya bukan pada anda yang berposisi sebagai istri. Perlu anda ingat bahwa ada surga yang terletak pada anda, siapa dia? Anak-anak anda.

Surga suami anda pada ibunya, dan surga anda pada suami anda, sementara surga yang ada pada anda lebih banyak dari surga yang ada pada suami anda. Apa anda lupa bahwa anda juga seorang ibu yang surga anak-anak anda pada bawah kaki anda?.

Saat seorang suami sudah mulai menua, tak sanggup lagi beban tanggung jawab di pikulnya. Kemana dia mencari kebahagiaan jika bukan pada anda istrinya? Itulah kenapa anda wajib melayaninya dan surga anda ada padanya. Sementara anda memiliki entah berapa anak perempuan dan anak laki-laki yang sudah tumbuh kekar dan begitu kuat untuk memberikan pengayoman kepada anda karena suami anda.

Kenapa Surga Suami Ada Pada Ibunya

Lalu atas dasar apa anda cemburu kepada ibu mertua anda? Apakah maksudnya, anda ingin agar anak-anak anda hanya mengayomi istri-istrinya dan melupakan anda sebagai ibunya. Saat anda menginginkan suami anda lebih mengutamakan anda dibanding ibunya, maka sama artinya anda ingin putera anda lebih mengutamakan istri mereka dibandingkan anda yang saat itu mungkin sudah tua bersama suami anda yang juga sudah tua.

Jangan pernah ada cemburu kepada ibu mertua mu yang sudah tua karena surga suami mu di bawah kakinya. Karena anda juga akan tua yang ada surga anak-anak mu di bawah kaki mu. Bakti suami mu adalah hak ibunya sama dengan bakti anak-anak mu adalah hak mu. Kenapa harus berat menerima kenyataan jika surga suami mu ada pada kaki ibunya, sementara surga anak-anak mu di bawah kaki mu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *