Menunggu Rezeki Gugur dari Langit

Menunggu Rejeki Gugur dari Langit

Alhamdulillah “Tuhan” masih berbaik hati kepada ku. Bagaimana tidak berbaik hati, menghidupi 1 istri dengan 2 anak, bahkan sekarang mau menambah lagi 1 orang. Sementara hidup dengan pekerjaan yang sebenarnya tidak jelas.

Kira-kira apa yang akan kalian lakukan?

Tidakkah sering kita dengar bahwa “Tuhan” itu akan merubah nasib satu kaum jika kaum itu sendiri yang mau berusaha merubahnya. Salah ya?

هُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Mohon maaf ya “Kang Ais“nya lagi sok-sok menggunakan dalil. Tapi bukan maksud saya mau mengutip sebuah ayat asal kutip tanpa memahami makna di balik ayat tersebut. Kebetulan saja penulis terikat akan satu ayat tersebut, yang kalau di ingat-ingat berasa jauh banget ya diri kita ini.

Seolah-olah sedang berpangku tangan menentang ketentuan “Allah” dalam ayat tersebut. Duduk manis di depan komputer tanpa melakukan apa-apa.

Menjemput Rezeki dengan Menyapa Dunia.

Percaya tidak! bahwa “Tuhan” akan memberikan rezekinya kepada makhluk dan hamba-hamba nya tidak hanya dengan satu jalan. Mengais rezeki tidak mesti dengan mencucurkan keringat di bawah teriknya matahari. Insya Allah … tidak!

Terkadang ada sebagian orang yang penat dengan kesibukan kantornya, sibuk dengan bisnis dan usahanya, dan ada juga yang sibuk dengan belas kasihan orang lain. Itu juga bagian dari usaha, hanya saja usahanya menunggu rezeki gugur dari langit melalui tangan-tangan mereka yang hati lembut.

Sebagai pendongeng “Penulis” berusaha menunggu rezeki yang jatuh dari dengan menyapa dunia melalui berbagai laman online, media informasi online, halaman informasi digital, dll. Ini sesuai dengan kemahiran yang di miliki, semoga saja “Tuhan” meridhoi setiap usaha kita semua.

Kita ini sama, yang sibuk berpacu di bawah panasnya siang juga menunggu rezeki tuhan, hanya saja dia melakukan dengan caranya. Tuhan tidak langit, dari langit hanya istilah yang digunakan. Maksudnya kita menunggu rezeki yang hakikatnya tuhan lah yang akan memberi.

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada seekor burung, yang keluar pada pagi hari dalam keadaan lapar lalu sore harinya pulang dalam keadaan kenyang.” (HR. Turmudzi 2344, Ibn Hibban 730 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Rezeki sudah menjadi bagian jaminan tuhan. Takarannya tidaklah akan berkurang, hanya saja kita di suruh keluar mencari rahmat tuhan yang tersebar di penjuru mata angin. Maka lakukan lah, dengan begitu sebenarnya kita bukan memburu rezeki, melainkan sedang menunggu rezeki tersebut datang kepada kita.

Tuhan yang Merubah Nasib Kaum.

Pada penggalan ayat di atas berbunyi ” Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “.

Iya, tapi bukan berarti tuhan benar-benar membagikan kita kemampuan untuk merubah nasib kita. Tetap saja tuhan yang merubah segalanya, dia juga yang memberikan kita rezeki, hanya saja tuhan memerintah kita untuk tetap berusaha semampu kita dalam bertindak.

Rezeki: adalah segala sesuatu yang bermanfaat, yang Allah berikan kepada makhluknya untuk di ambil manfaatnya dengan cara yang halal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *