Menjadi Seorang Blogger, Bertahan dengan Idealisme

Menjadi Seorang Blogger, Bertahan dengan idealisme

Sejak tahun 2008 aku sebenarnya sudah terjun ke dalam tarik pena di dunia internet. Hanya saja saat itu internet dan semua yang terdapat di dalamnya benar-benar masih kacau bagi ku. Barulah tahun 2010 aku mulai memfokuskan menjadi blogger dan berusaha menggali melalui halaman wordpress yang bisa dijadikan tempat mencurahkan hampir semua kalimat yang terpikirkan oleh ku. Sayangnya kondisi ku saat itu kurang baik, khususnya soal ekonomi. Itu mengharuskan ku lebih banyak berkelana dalam banyak pekerjaan. Perpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

Aku mendapati diri ku sendiri sebagai seorang blogger yang gagal, walau sebenarnya saat itu peluang sangatlah besar. Tahun 2010 menjadi tahun pertama aku berhasil mendaftarkan sebuah halaman blog ku sebagai mitra Google Adsense. Sebuah pencapaian yang menakjubkan bagi ku pribadi. Saat itu Google hanya menerima situs dengan bahasa inggris, sebuah kekurangan telak yang ku miliki. Aku benar-benar buntu jika harus menulis dengan menggunakan b.inggris.

Mungkin bagi orang lain, jika menghitung jarak waktu antara 2010-2019 sekarang yang hampir sepuluh tahun lamanya. Harusnya aku sudah menjadi blogger yang sukses. Namun fakta nya beberapa tahun kemudian masih saja tersiuk-siuk tanpa ada harapan apapun. Bukan tanpa alasan, aku harus mencurahkan kesibukan ku dalam dunia karier dan pekerjaan untuk keperluan hidup.

2014 aku menikah, dunia blogger hampir aku lupakan sejenak. Namun 2015 seolah mendapatkan tarikan lagi dari dunia tersebut. Namun sayangnya, dunia tarik pena blog sudah berubah sangat jauh. Apa yang di alami di masa tahun-tahun lalu belum tentu berlaku di tahun itu. Terpaksa, layaknya orang baru yang mengenal dunia blogger kekinian.

Orang tidak lagi menulis tentang pacarnya yang sedang marah-marah, atau tentang kesan yang dijalaninya. Blogger yang dulu ibarat deary harian sekarang menjelma menjadi sebuah halaman komersial. Aku masih ingat tentang keseruan saling mengomentari tulisan blogger lainnya. Sekarang posisi tersebut digeser oleh sejumlah media sosial. Dan halaman blog kembali asing, menyisakan masa kejayaan lama yang mulai berubah wujudnya.

Halaman blogger mulai menggeser sejumlah media masa, beberapa halaman blog mulai menjadi sumber informasi berbeda. Sudah tidak ada lagi perbedaan antara halaman blog, situs perusahaan, dan media masa. Semua saling tergantikan, bahkan sejumlah halaman blog menjadi corong pebisnis dan kepanjangan tangan perusahaan-perusahaan komersial.

Lalu aku dimana sekarang?

Tetap sama seperti dulu “Ais yang lama” yang akan selalu banyak bercerita tentang apapun yang ada dalam pikiran nya. Mungkin orang lain akan berpikir aku terlalu idealisme, tapi sebenarnya sejak awal sudah tidak. Kita hanya menikmatinya, jika memang harus bersentuhan dengan dunia komersial kenapa tidak. Jika memang harus berubah maka berubahlah,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *