Budaya Madam Urang/Orang Banjar

Budaya Madam

Membicarakan tanah banjar tidaklah sebatas pasar terapung, karena banjar tidaklah sesempit itu. Mengenal tanah banjar dan semua lika-liku budayanya membutuhkan penelitian dan catatan yang sangat panjang. Tanah banjar memiliki alur perjalanan panjang, sebuah wilayah yang di huni oleh penduduk asli Kalimantan yang cukup multibudaya dan karakter yang berbeda-beda.

Pada tulisan sebelumnya tentang mengenal urang banjar, saya sudah pernah mengatakan sebelum Indonesia yang bangga dengan kebhinekaan nya ini lahir menjadi sebuah bangsa urang banjar sudah menerapkan itu.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Orang Banjar.

Urang banjar tidak hanya mendiami daerah/wilayah Kalimantan Selatan saja. Bahkan urang banjar sudah lama menjelajahi berbagai wilayah di berbagai wilayah di dunia. Sebuat saja misalkan kenyataan bahwa nenek moyangnya orang malagasi/madagaskar ternyata adalah urang banjar. Bagaimana bisa? kapan dan kenapa orang madagaskar memiliki ikatan dengan urang banjar. Ternyata urang banjar sudah sejak lama sekali memiliki satu pola kehidupan yang bisa dikatakan cukup unik, yaitu madam dan membuka lahan baru. Pada kesempatan ini saya ingin memberikan sedikit catatan tentang apa itu madam?

Budaya Madam dan Membuka Lahan Baru.

Apa itu madam? madam bukan dalam arti nyonya ya!, tapi istilah yang digunakan urang banjar saat mereka pergi meninggalkan kampung halaman ke tempat lain untuk kepentingan tertentu. Madam bisa karena untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, atau bisa juga karena tujuan lain. Urang banjar akan melakukan madam kebanyakan untuk menemukan kehidupan baru, mungkin sejenis pencari suaka jika menggunakan istilah kekinian. Madam biasanya tidak memiliki tujuan pasti, mereka akan melanglang buana kemana arah mata angin hingga mereka menemukan satu tempat yang nyaman bagi mereka.

Urang banjar pada jaman dulu meninggalkan kampung halaman nya untuk membuka lahan baru dan menetap di sana dengan membawa keterampilan, kebiasaan, budaya, hingga bahasa yang digunakan. Lahan baru tersebutlah yang dengan seiring waktu akan menjadi sebuah wilayah perkampungan baru bagi urang banjar. Misalkan seperti yang dilakukan oleh urang banjar yang madam ke tanah Sumatera dan membuka lahan baru hingga terciptalah kampung halaman baru bagi urang banjar di sana.

Dan kemudian di ikuti oleh generasi lainnya yang menjadikan kampung halaman baru tersebut sebagai pijakan batu loncatan untuk lahan baru lainnya. Karena itulah banyak kita temukan urang banjar yang di negri jiran Malaysia masih memiliki ikatan dengan banjar yang ada di sumatera, mereka menjadikan tanah sumatera sebagai batu loncatan ke lahan baru lainnya yang ada di semananjung malayu.

Karena budaya madam inilah sehingga dengan mudah akan kita temukan urang banjar bukan hanya di daerah asalnya Kalimantan, namun juga beberapa wilayah dan negara lainnya. Urang banjar cukup sangat mendominasi wilayah pulau Kalimantan, dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Timur, Tenggara, hingga kepulauan sulu (Filipina). Bahkan bahasa banjar menjadi bahasa terbesar yang digunakan oleh orang Kalimantan, bahasa banjar menjadi lingua franca dikarenakan banyaknya penuturnya bukan hanya satu suku.

Efek dari budaya madamnya urang banjar cukup besar, tersebarnya budaya dan bahasa banjar terjadi karena jasa urang banjar yang melakukan madam tersebut. Budaya dan bahasa banjar bahkan digunakan bukan hanya urang banjar yang ada di Indonesia tapi juga negara lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *